Senin, 14 November 2011
hmm udah lama gak nulis, seperti kata seseorang yg belum lama mengupdate status di jejaring sosialnya. kalau sudah lama tidak menulis, menulis jadi lama.
jadi begini.. entah karena apa atau siapa sebabnya, sikap saya yg seringkali terlalu curigaan terutama sama mereka kaum lelaki. setiap kali mereka mengatakan demikian, hati kecil saya selalu menolak, hmm tidak juga terkadang saja sih menolak apa yg mereka ucapkan. dalam hati saya bilang "ah paling ngibul aja lo" atau "ohyaa?masa? ko kayaknya berlebihan sih lo".
ini penyakit buat saya yg yaampun sulit sekali untuk dihilangkan atau minimal dilupakan sejenak. tapi bodohnya saya setelah bergumam dalam hati tentang ah paling bohong dan lain sebagainya saya akan bersikap bodo amat asal hati bahagia dan bikin perut terasa seperti ada kupu-kupu itu, ya dikibulin dikit sih gak masalah deh kayaknya ya? haha.. mungkin sebagaian dari anda akan mem-bodh-bodohi saya, saya lagi-lagi akan berkata bodo amat.
bodohkah saya? ya memang, tapi saya senang. karena saya sungguh senang bercerita, tentang banyak hal kepada seseorang yg memang pada saat itu ada di dekat saya. bawelkah saya? saya akan dengan lantang dan tegas menjawab iya. tapi tentu tidak semua hal saya ceritakan pada mereka yg baru saya kenal.
oke kembali lagi kepada "penyakit" saya yg timbul tenggelam itu. sebenarnya saya cukup atau malah sadar sekali kalau sikap saya yg curigaan dan gak percayaan itu timbul darimana, saya sebenrnya sadar. tapi saya menolak kalau hal tersebut menjadi batu sandungan saya untuk masalah ini.
sebagian dari tean saya mungkin mengerti sikap saya yg begini, kalau ada yg tau obatnya tolong beritau saya sekarang karena saya susah sekali menghilangkannya.
belum lama saya berkenalan dengan satu dari antara mereka itu, ya lelaki.
saya senang? tentu walaupun saya tetap menaruh curiga dan rasa tidak percaya yg luar biasa kepadanya. sorry boy :)
sudah saya katakan sebelumnya kalau ini adalah "penyakit" yg sulit sekali dihilangkan, teman lelaki saya pernah bilang kalau sikap saya kurang baik, ya saya tau. tapi "penyakit" ini sudah seperti nempel lekat seperti lem di saya. dan celakanya dari sikap saya ini mengakibtkan lelaki tadi lari tunggang langgang meninggalkan saya karena takut terhadap saya, sikap saya. saya tau sekali kalau ini lambat laun akan berakibat buruk, kenapa? karena saya akan terus dan terus menghubunginya, mencari tau di mana dia dan masih banyak lagi. ini seperti ketakutan sendiri buat saya, saya takut dibohongi, atau takut takut lainnya. tapi sungguh sebenarnya saya sama sekali tidak ingin bersikap demikian, entah dorongan darimana atau bagaimana saya akan mengangkat handphone, cari namanya lalu telepon atau sms bertubi-tubi sampai dibalas atau ditanggapi.
dan lagi lagi karena sikap saya yg demikian saya kehilangan satu dari antara mereka.
No comments:
Post a Comment