Hari ini saya mendapat kesempatan yang cukup bagus, datang dari seorang teman semasa SMA dulu. mungkin buat orang lain biasa saja, tapi tidak buat saya. setelah saya heboh kesana sini cari magang di media, akhirnya saya mendapat panggilan di sebuah portal berita. kesempatan ini datang dari Didi, di mana dulu mendiang ayah-nya pernah bekerja di media tersebut.
Suatu waktu saya bertanya padanya, dan dengan riang gembira dijawab kalau "iya ada del, nanti aku tanya sama om..." dan saya menunggu sekitar 2-3 minggu, tidak berharap banyak karena sebelumnya saya hanya sampai di tahap wawancara saja, jadi saya agak ragu. tapi saya coba siang tadi, saya membuat janji dengan si -Om-yg_kenalan-teman-saya. jam sebelas lewat saya sampai di daerah casablanca. setelah sebelumnya saya dan Tri naik commuter line lalu lanjut naik teksyong. sesampainya di menara tersebut saya berandai-andai kalau benar saya nanti bisa magang di gedung yg luar biasa ini betapa bahagianya saya. lalu saya harus naik ke lantai 31, haduhh saya punya ketakutan akan tinggi dan lift. tapi saya harusa karena kantornya ada di lanta 31. kami sampai dan harus menunggu 10menitan, dan saya bertemu dengan orang yg dimaksud. kami berbincang hanya sebentar saja, lalu saya diberi kartu nama oleh bapak tersebut.
lapaaarr.. memang sudah jam-nya makan siang, kami menuju Plaza Semanggi, dan kami makan stetelahnya kami muter-muter di sana, cukup lama lalu kami pulang sekitar setengah 3. kami menunggu di halte, bingung antara kereta, bis, atau busway. akhirnya setelah setengah berpikir kami naik bis.
sebentar ada cerita saat saya dan Tri sedang duduk manis di halte. pada jam segitu mahasiswa banyak yg sudah selesai kelas, saya lihat beberapa ada yg duduk sambil ngobrol, merokok, baca buku, atau jajan. memang merokok hal biasa, laki-laki ataupun perempuan. tapi tidak untuk perempuan yg baru saja keluardari kampusnya yg megah, dan parasnya yg cantik lalu dengan entengnya mengeluarkan sebungkus rokok dan disulutnya di pinggir jalan. saya hanya bisa berbisik dalam hati, kasin dalam hati saya. kasian kampus, kasian parasnya yg cantik, dan kasian ibu dan ayahnya di rumah kalau tau anak perempuannya merokok di pinggir jalan dan baru lima langkah dari gerbang kampusnya.
sampai tanpa diduga seorang kenek patas ac mengeluarkan kepala hendak mencari penumpang, lalu menumbukkan pandangannya pada perempuan tadi lalu berteriak "itu-lah contoh anak kampus sekrang, ngerokok di pinggir jalan" dan perempuan itu cuek, malah asik dengan smartphone dan musik yg didengarnya. dia mematikan rorok karena saat itu taksi lewat dan perempuan itu berlalu.
| perjalanan hari ini |
saya juga heran, makan banyak, ngemil begini apalagi, tapi badan saya tak kunjung berisi, tapi saya ucapkan Puji Tuhan, kaena begitu banyak orang yg ingin kurus tapi tetap banyak makan :)
| camilan malam ini |
No comments:
Post a Comment