Saturday, March 3, 2012

Teori Komunikasi vs Novel

Ya kemarin saya muter-muter gramedia, apalagi kalau bukan untuk cari buku referensi yang disarankan oleh salah seorang dosen. susah sekali mencari buku itu, beberapa toko buku sudah saya datangi tapi belum ada.
akhirnya saya menutuskan mencari di gramedia depok saja. ternyata hasilnya sama, tetap gak ada.

Saya muter dibagain novel yang memang sudah memenggil-manggil untuk saya baca, atau lebih  bagusnya saya beli, haha. dan saya termakan bujuk rayu buku-buku tadi, seolah mereka berdiri dan memanggil saya untuk minta didatangi dan dibaca minimal sinopsisnya di bagaian belakang, dan saya menyusuri mereka.
dari covernya yang menurut saya dibanding dulu, cover novel sekarang jauh lebih menarik dari penampilan, tapi entah isinya.saya terbiasa sebelum membeli harus dicari yang salah satunya sudah terbuka sehingga saya tau isinya. karena seringkali saya tertarik dengan covernya tetapi saat saya buka ternyata tidak semenarik itu.

Novel yang saya suka ya pastinya mengenai cinta, klasik tapi saya suka.
tergantung bagaimana si penulis menumpahkan maksudnya dengan cara yang menurut saya seringkali berdecak kagum dengan alurnya. ya mungkin memang di sana letak kelebihan seorang penulis.

"Dear You" salah satu buku Moammar Emka sempat menarik saya untui membacanya, isinya bukan mengenai sebuah alur cerita tapi lebih ke kata-kata yang menggambarkan keseharian percintaan begitu-lah. tentang jatuh cinta, rindu, lalu hal kecil yang dilakukan pasangan dengan membungkusnya mejadi sebuah kalimat yang membuat saya tersenyum membacanya dan membatin "bener bangeeet ini, gue suka ngalamin kayak gini".
Lalu saya mencatat beberapa diantara sekian banyak yang menurut saya menggambarkan suasana saya saat ini. naah ini beberapa diantaranya..

Jika esok pagi menjelang, aku inginkan kamu ada.cukup kok, dengan satu senyuman saja.


Jika malu mengenal komposisi, warnanya lebih pas pucat pasi. untuk rindu? warna pelangi.


Sepotong sapa, kejutan berjuta. mengunci lidah, kelu berkata. ada binar bahagia, malu-malu tapi nyata.
ps: hati-hati ya.


Tak pernah ada kata terlambat untuk cinta. jika jatuh cinta, katakanlah! biar tak ada sesal yang menguntit dibelakang hari.


Buat saya kata-kata diatas sederhana tetapi makna dan maksudnya luar biasa, dan sukses membuat senyum sendiri macam orang gila di gramedia kemarin siang, tapi saya gak peduli. gak kenal ini pikir saya.
Saya urung membelinya,karena saya mem-follow twitter beliau jadi terkadang saya bisa melihat kata-kata ajaib ini. berpindah ke buku lain, isinya hampir mirip menurut saya apalagi waktu saya baca sepintas dalamnya kurang menarik. untuk novel saya lebih suka yang agak tebal, lalu ukuran hurufnya kevil dan jaraknya tidak terlalu jauh. karena denga begitu, isinya akan semakin banyak dan kemungkinan besar lebih menarik ditambah dengan sinopsis yang sudah ada di belakang.

Setelah cukup lama memilih, dan bingung karena ada 3buku yang saya lirik.
dan pilihan saya jatuh pada novel Stephanie Zen Perhaps You.
Karena bagian belakang buku ini ada kalimat yang menarik saya untuk membaca lalu membelinya.
Aku berharap mendapatkan jawaban darimu. Namun, kau tetap membisu, membuatku lebih lama menunggu.
Tanpa ragu saya ambil dan buru-buru ke kasir karena buku diblakang sudah demo minta dibaca sedikit saja, dan saya tidak mau termakan bujuk rayu mereka.
Buku ini saya baca dan luar biasa bagus isinya. seperti saya bilang tadi, ceritanya sederhana tapi cara Stephanie Zen ini menyampaikannya membuat saya terus- terusan membaca sampai habis tuntas.
dan ada kalimat di halaman 429 yang saya suka sekali dari sekian kalimat lain di dalamnya.

Orang bilang cinta itu seperti tanaman, akan mati jika tidak dipupuk, tapi mereka tidak pernah bicara tentang betapa sengsaranya tanaman itu selama jangka waktu mulai dari subur, layu, lalu mati. Mereka tidak pernah bicara bagaimana tanaman itu merasakan, seiring cintanya yang mati, ada bagian dari dirinya sendiri yang juga perlahan mati.


Novel tersebut selesai dibaca.
dan jeleknya saya adalah melenceng dari tujuan awal beli buku Teori Komunikasi menjadi novel :D

No comments:

Post a Comment