Haaaiii kamu..
kata itu sebenarnya yang ingin keluar tadi di telepon,
tapi justru bukan itu, dan mungkin saya terdengar ketus sama kamu.
saya melonjak kegirangan tadi mendengar suaramu,
setelah hampir dua minggu tidak mendengarnya,
saya bagai kecanduan sama kamu, tapi tidak.. hmm atau belum.
sebenarnya semakin hari saya semakin menikmati hubungan ini,
boleh yaa saya mengatakannya demikian? bukan sebuah komitmen kan.
beberapa hari belakangan ini kamu hilang, entah kemana,
saya heran, karena sudah beberapa kali kamu menghilang begitu,
asumsi saya waktu itu kamu sakit,
dalam hitungan hari saya pikir demikian, tapi kok rasanya lama sekali kalau sakit,
sakit apa kamu? pikir saya saat itu.
sampai tadi pagi kamu mengirim sms, mengucapkan terimakasih,
saya bagaimana? senang sekali, setelah berhari-hari akhirnya kamu muncul juga.
apalagi isi sms-mu juga menyengangkan, dan setelahnya kita ngobrol si telpon.
saya cuma mau kamu tau, ada hal yang saya tidak bisa bilang langsung karena terlalu malu,
tapi.. saya yakin kamu tau pasti hal itu, mungkin juga saya teralu ekspresif menunjukannya dan membuat kamu risih tapi ya begini adanya saya.
saya pasti blingsatan kalau kamu membaca ini, tapi justru saya berharap demikian..
ingin sekali saya menyebut namamu di sini,
seandainya saya bisa ....
terimakasih hey wahai KAMU :*
No comments:
Post a Comment