saya menulis ini baru saja mengakhiri telepon dengan seorang sahabat.
ya seperti perempuan kebanyakan hal yang kami bicarakan tidak jauh dan tidak bukan adalah soal lelaki, tepatnya pacar dari sahabat saya itu. yang kami bicarakan adalah hubungan mereka saat ini.
yang mencengangkan adalah pacar sahabat saya mengajukan 'proposal' masa depan kepada teman saya. wah saya kaget luar biasa, walau sahabat saya menolak dikatakan kalau hal tersebut adalah sebuah 'propasal' karena dia masih belum berpikir ke arah sana.
saya jujur ikut senang akan hal ini, saya biasa ber-telepon-ria bersama sahabat saya satu ini hingga berjam-jam dengan menggunakan kemudahan dan kemurahan yang ditawarkan oleh provider kami. awalnya sahabat saya hanya bercerita seperti biasa. sampai dia mengatakan dengan santai masalah 'propasal' tadi, saya awalnya hanya diam sembari berpikir lalu meledek sahabat saya 'gilak, itu lo udah diajuin propasal'.dan sahabat saya mentah-mentah mengatakan kalau itu baru pertanyaan, dan saya menurut saja walau sepanjang telepon dia saya ledek habis-habisan. memang sebenarnya pacar sahabat saya hanya bertanya tentang keseriusan hubungan mereka yang sudah berjalan 7 bulan. sekali lagi saya senang, alangkah cepatnya kami atau tepatnya saya bertumbuh. dulu saya hanya memperhatikan televisi, atau orang sekitar saya heboh dengan masalah lamaran dan lain sebagainya, dan sekarang salah seorang sahabat saya mengalaminya walau belum sampai sejauh itu tapi minimal memang sudah ada pembicaraan yang mengarah ke sana.
kami sempat juga berkhyal tentang dunia perumah-tangga-an dan kami terbahak-bahak membayangkannya. kami sempat bercanda soal makan. "klo nanti udah punya laki ya nanyain, yang kamu nanti malem mau makan apa? mau aku masakin apa buat makan malem". yaa.. lalu kami terbahak-bahak, tapi lalu kami diam dan berseru "tapi pengeeeeeeennnn". hahaha konyol memang kami baru saja 21 sedang berjalan 22, apakah kami terlalu dini membicarakannya? ya kamu sekalian jawab saja sendiri dan lihat sekitar sebelum berkomentar yang kurang enak.
kenapa kami terbahak ya tentu karena itu satu hal yang masih agak jauh untuk dipikirkan, pasti ada yang bertanya kenapa kok agak? oke saya jawab, karena jujur saya perempuan yang tidak ingin terlalu tua kalau menikah nanti. oke kembali ke perbincangan saya dengan sahabat saya tadi. sahabat saya menjawab yang memang harus dijawab saat sang pacar tercintanya bertanya tentang keseriusannya. katanya pada saya kalau dia bingung hendak menjawab apa, karena jujur saja dia kaget ditanya hal demikian, dan bukan di rumah tetapi di tempat umum. teman saya glagapan ditanya keseriusannya, karena buatnya memang serius menjalin hubungan tetapi belum berpikir kearah sana. saya mengerti betul maksud sahabat saya, maksud hati serius pacaran, tetapi kalau kearah lebih serius mari jalani saja. karena masih banyak yang ingin dicapai.
satu hal yang saya tau adalah kalau sekarang saya beranjak dewasa, sahabat saya tidak lagi membicarakan masalah yang remeh-temeh tetapi ini adalah masa depan. kalau boleh dibilang 'ntar siapa laki gue, nikah di mana, kapan' dan banyak lagi yang sering kami bicarakan. waktu kami bertelepon tadi saya berpikir demikian 'gila ya gue udah bukan nyari pacar nih kayaknya, tapi calon yang bener-bener' lalu saya menertawakan pikiran saya itu. tapi yaa saya tidak pungkiri kalau hal begini wajar dibicarakan kok.
dan satu lagi dari pembicaraan tadi bersama sahabat saya
'lo serius gak sama dia terus mau sama dia?'
jawabnya 'iya gue serius sama dia, tapi kalo ada yang lain ya gue mau'

No comments:
Post a Comment