jujur lagi saya takut sebenarnya, dan juga merasa bersalah. tapi saya punya apa buat menolak? tentu susah, ditambah dengan si calon pacar si pasien adalah teman saya sendiri. walau saya tau si calon sebenarnya tidak berpikir sejauh itu untuk berhubungan dengan pasien saya. dan saya tau kalau si calon juga punya "gacoan" lain (kesempatan, *kedip mata). saya pun pernah bertanya..
saya, mak comblang : eh kalau si ************** jadi pacar lo lucu tuh..
dia, si calon : ahh gak ahh, gak suka gue
saya, mak comblang : kenapa?kece lagi, lumayan kali
dia, si calon : gak asik ahh kan temenan jadi pacar
saya, mak comblang : ah masa? udah punya calon lain yee?
dia, si calon : *senyum malu-malu* iyaa..
saya, mak comblang : (dalam hati : YESSSSSSSSSSSS)
---------------pengen joget2 rasanya dengernya----------------------------
okee.. kembali si mister. yaa singkat kata saya suka sama pasien saya sendiri lah. peduli amat apa kata orang, toh mereka belum ada ikatan apa pun. tapi sekarang masalah adalah terkadang dalam satu hari, mood saya bisa berubah drastis saat si mister mendekati si calon dan tertawa tanpa saya tau apa sebabnya. dan itu membuat saya bad mood, sangat. tapi ada kalanya dia sungguh sangat menyenangkan, membuat termometer mood saya berada di suhu yang sangat bagus, normal, atau terkadang luar biasa normal tapi bukan abnormal. ini berarti kelewat senang, entah karena guyonnya atau senyumnya.naah kan saya mulai ngaco..
No comments:
Post a Comment